Kompeten di UKW Solopos, Jurnalis Aceh: Jauh-jauh Datang, Saya Bahagia
PT Aksara Solopos yang mendapat sertifikasi sebagai lembaga uji kompetensi wartawan sejak 2012 bertindak profesional di mana standardisasi penilaian mengacu kepada Dewan Pers.
NEWS
Abu Nadzib
3/22/20232 min read


Nyaya.id, SOLO – Sebanyak 15 orang dari 19 jurnalis yang mengikuti uji kompetensi wartawan (UKW) secara mandiri oleh PT Aksara Solopos selama dua hari, Senin-Selasa (20-21/3/2023), dinyatakan kompeten.
Sementara empat wartawan lainnya dinyatakan belum berkompeten.
Belasan jurnalis itu berasal dari berbagai media di Tanah Air, terjauh dari Kabupaten Bener Meriah, Aceh dan Kutai Timur, Kalimantan Timur.
UKW digelar di Red Chilies Hotel, Jl. A. Yani No. 286, Gondang, Manahan, Solo, Jawa Tengah.
"Saya bahagia sudah dinyatakan berkompeten meskipun dua hari ini terasa sangat berat, jauh-jauh dari Aceh," ujar Iko Prananda, wartawan suarajurnalisnews.com yang berlokasi di Bener Meriah, Aceh saat memberikan kesan dan pesan, Selasa.
Untuk bisa datang ke Solo, Iko mengaku menempuh perjalanan darat dari Bener Meriah ke Banda Aceh, dilanjutkan naik pesawat terbang ke Jakarta dan naik kereta api ke Kota Bengawan.
Mahasiswa S2 Psikologi Komunikasi salah satu universitas di Bandung, Jawa Barat itu mengaku sudah mendapat bocoran tentang materi UKW dari rekannya yang lebih dulu berstatus kompeten.
Kesulitan
Namun, menurut dia, tetap saja ia mengalami kesulitan karena banyak mendapatkan informasi yang baru selama mengikuti UKW Solopos.
"Yang saya dengar paling soal jejaring dan keterampilan menulis. Tapi ternyata ada ujian kode etik, banyak pengetahuan yang baru dari umpan balik penguji," ujar pria berusia 26 tahun yang mengaku memiliki perkebunan kopi di Aceh tersebut.
Riki, wartawan planetdepok.com menyampaikan hal serupa.
Pria 40 tahun yang menjabat redaktur pelaksana di medianya itu mengaku mendapatkan pengetahuan yang baru saat menjalani UKW.
Pria yang di akhir UKW Solopos mendapat nilai 810 dan berkategori bagus ini menyatakan sudah mendapatkan informasi dari rekannya tentang materi ujian.
"Tapi tetap saja degdegan dan ternyata memang banyak hal-hal baru kami dapatkan di sini," ujar wartawan yang sehari-hari tinggal di Depok, Jawa Barat itu.
Direktur Bisnis dan Konten Solopos Media Group (SMG), Suwarmin, menegaskan UKW merupakan tahapan untuk memastikan seorang wartawan memiliki kompetensi sesuai profesinya.
Menurut Suwarmin, PT Aksara Solopos yang mendapat sertifikasi sebagai lembaga uji kompetensi wartawan sejak 2012 bertindak profesional di mana standardisasi penilaian mengacu kepada Dewan Pers.
"UKW kami bukan stempel seseorang pasti kompeten. Peserta harus lulus dari setiap mata uji yang mengacu kepada standar Dewan Pers," tandas Suwarmin yang kemarin bertindak sebagai penguji UKW Solopos jenjang madya.
© 2026 nyaya.id-Adil sejak dalam Pikiran
Nyaya.id
Nyaya.id adalah portal berita online yang punya komitmen menyuarakan keadilan baik melalui berita (news) maupun opini atau gagasan. Informasi umum dan santai juga kami hadirkan sebagai bentuk pemenuhan hak publik.
Sekretariat: Ngabeyan RT 006/003, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah.
Email: abunadzib@nyaya.nyaya.id
WA: 085 725020202/ 085 865696279
