Exalos Indonesia Gencarkan Edukasi Ular Berbisa di Lingkungan Kerja

Ketua Exalos Indonesia, Janu Wahyu Widodo, mengatakan edukasi mengenai ular menjadi salah satu upaya penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dalam menghadapi keberadaan satwa liar di lingkungan sekitar. Pengetahuan yang tepat diperlukan agar masyarakat tidak melakukan tindakan sembarangan ketika menemukan ular agar terhindar dari musibah.

NEWS

Abu Nadzib

8/22/20261 min read

Ketua Exalos Indonesia, Janu Wahyu Widodo (kiri), saat mengajari salah satu karyawan PT Solo Citra Metro Plasma Power menangkap ular piton. (Ist)

SOLO, NYAYA.ID – Tim penyelamatan dan edukasi ular Exalos Indonesia menggencarkan edukasi mengenai satwa liar, khususnya ular berbisa, di lingkungan kerja.

Belum lama ini, Exalos Indonesia memberikan pelatihan penanganan ular kepada karyawan PT Solo Citra Metro Plasma Power di PLTS Putri Cempo, Surakarta.

Ketua Exalos Indonesia, Janu Wahyu Widodo, mengatakan edukasi mengenai ular menjadi salah satu upaya penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dalam menghadapi keberadaan satwa liar di lingkungan sekitar.

Menurutnya, pengetahuan yang tepat diperlukan agar masyarakat tidak melakukan tindakan sembarangan ketika menemukan ular, terlebih jika ular tersebut merupakan jenis berbisa.

“Yang paling penting ketika berhadapan dengan ular adalah tetap tenang dan mengutamakan keselamatan. Masyarakat perlu mengetahui cara yang tepat dalam menghadapi keberadaan ular agar tidak membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” kata Janu.

Santai tapi Serius

Pelatihan yang digelar di PLTS Putri Cempo tersebut berlangsung dalam suasana sederhana dan santai. Meski demikian, para peserta mengikuti kegiatan dengan serius dan antusias.

Setidaknya 60 karyawan PT Solo Citra Metro Plasma Power mengikuti pelatihan tersebut. Mereka mendapatkan pembekalan mengenai penanganan ular secara profesional dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan.

Selain materi, peserta juga mengikuti praktik penanganan ular. Pembekalan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan karyawan ketika menghadapi keberadaan ular di lingkungan kerja.

Janu mengatakan edukasi menjadi bagian penting dari upaya Exalos Indonesia untuk mengurangi risiko konflik antara manusia dan satwa liar.

“Dengan edukasi, kami berharap masyarakat semakin memahami karakter dan perilaku ular, termasuk ular berbisa. Jadi ketika menemukan ular, tidak panik dan tidak mengambil tindakan yang justru berisiko,” ujarnya.

Dia menambahkan, pemahaman mengenai satwa liar perlu terus diperluas, terutama di lingkungan yang memiliki potensi menjadi habitat atau lokasi kemunculan ular.

Melalui pelatihan tersebut, Exalos Indonesia berharap para peserta dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam menjaga keamanan di lingkungan kerja.

“Belajar bersama, tetap tenang, dan utamakan keselamatan. Itu yang selalu kami tekankan dalam setiap edukasi dan pelatihan,” kata Janu.