Badko LPQ Petakan 10 Tantangan Strategis TPQ di Solo, Digitalisasi hingga Regenerasi Guru

Badko LPQ membahas sejumlah persoalan strategis, antara lain peningkatan kualitas pembelajaran, regenerasi ustaz dan ustazah, pembiayaan operasional, digitalisasi administrasi, penguatan kelembagaan, hingga peningkatan kompetensi guru TPQ.

NEWS

Abu Nadzib

7/22/20262 min read

Nyaya.id, SOLO — Badan Koordinasi Lembaga Pendidikan Al-Qur'an (Badko LPQ) Kota Surakarta memetakan sedikitnya sepuluh isu strategis yang masih menjadi tantangan pengembangan Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) di Kota Solo.

Berbagai persoalan tersebut dibahas dalam Roadshow Badko LPQ yang digelar di Pendhapi Kecamatan Serengan, Sabtu (11/7/2026).

Roadshow diikuti pengurus Badko LPQ tingkat kota dan kecamatan, pengelola TPQ se-Kecamatan Serengan, serta dihadiri Sekretaris Kecamatan Serengan Training Hartanto HW dan perwakilan Seksi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Kementerian Agama Kota Surakarta, Junianto Samhudi.

Ketua Badko LPQ Kota Surakarta Daliman mengatakan forum tersebut tidak hanya menjadi ajang konsolidasi organisasi, tetapi juga wadah merumuskan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi lembaga pendidikan Al-Qur'an.

"Roadshow ini bertujuan menyatukan visi, misi, dan persepsi seluruh pengurus Badko LPQ sekaligus membahas berbagai isu terkini yang dihadapi TPQ. Dengan komunikasi yang baik dan kolaborasi yang kuat, kualitas pendidikan Al-Qur'an di Kota Surakarta diharapkan semakin maju," ujarnya seperti dalam rilisnya yang dikutip Nyaya.id, Rabu (22/7/2026).

Dalam forum tersebut, peserta membahas sejumlah persoalan strategis, antara lain peningkatan kualitas pembelajaran, regenerasi ustaz dan ustazah, pembiayaan operasional, digitalisasi administrasi, penguatan kelembagaan, hingga peningkatan kompetensi guru TPQ.

Selain itu, peserta juga memperoleh sosialisasi mengenai petunjuk pelaksanaan Ujian Akhir dan Wisuda Bersama TPQ, serta pembaruan sistem Education Management Information System (EMIS) LPQ bersama Kementerian Agama Kota Surakarta.

Diskusi berlangsung interaktif dengan mengangkat berbagai kendala pendataan dan validasi data yang selama ini dihadapi pengelola TPQ. Berbagai masukan dari peserta akan menjadi bahan evaluasi untuk penyusunan program kerja Badko LPQ pada periode berikutnya.

Sekretaris Kecamatan Serengan Training Hartanto HW mengapresiasi terbentuknya Badko LPQ Kecamatan Serengan. Menurutnya, keberadaan organisasi tersebut akan memperkuat koordinasi antar-TPQ sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun karakter generasi muda melalui pendidikan Al-Qur'an.

"Pemerintah Kecamatan Serengan siap mendukung berbagai program Badko LPQ sebagai mitra strategis dalam membangun karakter generasi muda melalui pendidikan Al-Qur'an," katanya.

Daliman juga mengajak seluruh pengurus dan guru TPQ terus melakukan inovasi tanpa meninggalkan nilai keikhlasan dalam mengabdi. Menurutnya, tugas TPQ tidak sekadar menyelenggarakan pembelajaran membaca Al-Qur'an, tetapi juga menyiapkan generasi Qur'ani yang beriman, berilmu, dan berakhlakul karimah.

Roadshow turut diwarnai pembacaan puisi bertema perjuangan guru TPQ dalam menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur'an kepada anak-anak. Kegiatan itu menjadi penegas pentingnya kolaborasi antara Badko LPQ, pemerintah daerah, Kementerian Agama, dan seluruh pengelola TPQ untuk meningkatkan mutu pendidikan Al-Qur'an di Kota Surakarta.